Registrasi FAQ Daftar Anggota Telusuri Posting Hari Ini Tandai Forum yang Pernah Dikunjungi


ANTARAForum

Kembali   ANTARAForum > Ragam Peristiwa > Peristiwa > Politik

Balas
 
Perangkat Diskusi Display Modes
  #1  
Lama 15-05-10, 08:16
denovan denovan sedang offline
Junior Member
 
Bergabung: 09-06-09
Posting: 1
denovan is on a distinguished road
Default ARV - Perbaikan Akses; JOTHI Menyambut Komitmen Presiden Dalam Pencapaian MDGs

Jakarta 14 Mei 2010. Upaya perluasan advokasi pengobatan, JOTHI mensinergikan langkah dengan Pemerintah multi sektor dan masyarakat secara umum dengan menyelenggarakan temu media berjudul, ‘JOTHI Mensinergikan Langkah Menyambut Komitmen Presiden Dalam Percepatan Pencapaian Indikator 6 MDGs’; Memastikan Akses Pengobatan ARV’. Kegiatan ini dilakukan untuk mendiseminasikan informasi mengenai kegiatan Pemerintah dan Komunitas untuk menjamin akses pengobatan ARV di Indonesia yang telah menjadi bagian rencana respon laporan UNGASS versi masyarakat sipil 2010.

Ditengah publikasi besar-besaran media terhadap penangkapan Susno Duaji; seorang Jenderal bintang 3 Kepolisian Republik Indonesia; sebagai hasil dituduhkannya tindakan gratifikasi. Harapannya untuk isu HIV dan AIDS terkait pengobatan akses ARVbagi orang terinfeksi HIV dapat memiliki ruang di publikasi media.

Sebagai Jaringan Orang Terinfeksi HIV Nasional, JOTHI memahami pentingnya untuk menginformasikan kepada publik mengenai isu ARV murah di Indonesia dengan adanya isu rencana pengerahan massa untuk mencoba mendorong ketersediaan ARV generik melalui lisensi wajib. JOTHI memahami bahwa rencana aksi ini dikembangkan berdasarkan kegelisahan dari aktivis AIDS dan orang terinfeksi HIV. Isu yang mengelisahkan ini dipicu oleh keterbatasan akses informasi dasar dan yang diterima mengenai obat ARV generik. Pertemuan tersebut diselenggarakan di ruang pertemuan PBNU, lantai 5 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat dengan menghadirkan beberapa panelis; Lutfiah Hanim dari Third World Network (TWN), Endang Woro MSc. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dr. Haryadi Wisnu dari Subdit AIDS P2ML (MoH) divisi logistik dan Andreas P. Istiawan dari JOTHI.

Ulasan menyeluruh pada kebijakan perdagangan Dunia dan kaitannya dengan produksi generic ARV di Indonesia. Pada presentasinya Lutfiah mengatakan bahwa inisiasi lisensi wajib ARV dipegang oleh Kimia Farma sebagai perusahaan farmasi yang bertanggung jawab untuk produksi generic ARV yang ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia. Bagian yang paling menarik dalam sesi ini adalah paparan yang menjelaskan ‘…saat lisensi wajib ARV berakhir maka paten akan berakhir yang membuat perusahaan farmasi atau Negara dapat memproduksi obat murah dengan mudah.

BPOM dalam presentasinya menjelaskan bahwa produksi generic ARV lini 1 telah melalui penilaian kepantasan, ini termasuk; impor obat melalui akses khusus special (Special Access Scheme) dan negosiasi dengan produsen obat; komitmen perusahaan obat untuk membantu masyarakat ekonomi lemah; komitmen produsen untuk memproduksi obat murah berdasarkan kesepakatan melalui ‘akselerasi akses’ dan harga obat dibawah inisiatif UNAIDS. Endang juga mengatakan bahwa produksi ARV di Indonesia harus dikalkulasikan dengan matang terkait aspek ekonomi, aspek kualitas dan aspek hukum. Disamping komunikasinya mengenai peran dan tanggung jawab BPOM dalam produksi generic ARV, Endang juga menyampaikan beberapa temuan terhadap penilaian kepantasan lini 2 sebagai upaya percepatan lisensi wajibnya.

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dr. Haryadi Wisnu lebih memfokuskan kepada isu implementasi paten oleh Pemerintah Indonesia. Beliau menjelaskan mengenai KEPRES No. 83 Tahun 2004 dan KEPRES no. 6 Tahun 2007. Dengan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2010 penyediaan ARV harus aman hingga setidanya tahun 2015 atau mungkin lebih selama surat kebijakan tersebut tidak dicabut. Minggu depan Kemenkes akan menyusun APBN dan memastikan upayaterbaik dalamperencanaan dan pendanaan sebagaimana dikomitmenkan dari APBN yang mencapai 84 miliar rupiah atau lebih besar 6 kali lipat dari dana Global Fund ATM pada 2010. Kemenkes sebagai Pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan sediaan ARV dan saat ini DEPKES memiliki persediaan ARV dalam tahap aman hingga 18 bulan kedepan.

Presentasi terakhir dilakukan oleh Andreas P. Istiawan dari JOTHI, menyampaikan peran mereka dalam percepatan gol 6 MDGs. Melalui Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2010 yang secara eksplisit menyebutkan 4 tujuan untuk menanggulangi epidemic AIDS; focus pada remaja; penggunaan kondom; obat ARV dan konseling tes sukarela. Upaya JOTHI dalam advokasi pengobatan telah didiskusikan dan direncanakan mulai dari Sumit Pengobatan Nasional pada Desember 2009; rencana tersebut dilaksanakan dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan mengangkat lisensi wajib; menelusuri proses lisensi wajib lini 1 dan lini 2 bersama Kemenkumham direktorat HKI; mengembangkan kemitraan dengan kantor tingkat Negara WHO untuk peningkatan rantai distribusi ARV; membantu Bina Obat Publik Kemenkes layanan farmasi dalam mengembangkan KEPRES mengenai lisensi wajib sesuai kebutuhan. Sementara KEPRES dijalankan, Kemetrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) telah menyatakan dalam laporannya setelah pertemuan kerja eksekutif yang mentargetkan 75% orang terinfeksi HIV di Indonesia untuk mendapatkan pengobatan pada 2010 atau sama dengan 35.280 orang terinfeksi HIV menerima ARV, sedikitnya. Andreas mengatakan bahwa organisasi masyarakat sipil perlu bekerjasama bersamaan dengan Pemerintah yang semakin membuka ruang pelibatan bermakna dan ‘menghimbau untuk melakukan advokasi bijak’ untuk mengurangi potensi respon resistensi Pemerintah yang dapat menghambat proses produktif sedang berjalan.

Penanggulangan AIDS di Indonesia memasuki era baru, kepentingan publik telah menjadi prioritas utama bagi Pemerintahan saat ini. Kedewasaan Jaringan orang terinfeksi HIV berkembang pesat setelah pengembangan pengetahuan yang benar dan jujur pada isu ARV. Red - API

jothi.or.id
Reply With Quote
Balas

Tag-tag
arv, jothi, lisensi wajib, mdgs, pers

Perangkat Diskusi
Display Modes

Aturan-aturan Posting
Anda tak dapat membuat diskusi baru
Anda tak dapat mengirim balasan
Anda tak dapat mencantumkan lampiran
Anda tak dapat mengubah posting Anda

kode [IMG] On
Kode HTML Off

Pindah ke

Similar Threads
Diskusi Pelopor Diskusi Forum Balasan Terkini
Naga Bonar jadi Presiden Biosonic Politik 6 01-05-09 16:28
Teknik Penulisan Proposal dan Laporan dalam Bahasa Inggris Biosonic Seminar/Training 0 20-04-09 17:27


Waktu dalam GMT +7. Saat ini pukul 18:36 .


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright © ANTARA

design by: Themes by Design