Registrasi FAQ Daftar Anggota Telusuri Posting Hari Ini Tandai Forum yang Pernah Dikunjungi


ANTARAForum

Kembali   ANTARAForum > Ragam Peristiwa > Peristiwa > Politik

Balas
 
Perangkat Diskusi Display Modes
  #1  
Lama 01-07-09, 00:43
jatutara's Avatar
jatutara jatutara sedang offline
Junior Member
 
Bergabung: 24-06-09
Posting: 5
jatutara is on a distinguished road
Lightbulb Apa LAYAK seorang PENGADU DOMBA bangsanya sendiri jadi CAWAPRES?

Rabu, 10 Juni 2009 | 15:24 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi yang dilakukan oleh puluhan aktivis dan keluarga korban yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Keluarga Korban (JSKK) mewarnai Dialog Publik antara Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto mengenai Visi dan Misi JK-Wiranto dalam soal HAM dan keamanan.

Suciwati, istri aktivis HAM Munir, yang memimpin aksi ini mengatakan, pihaknya tetap konsisten menolak mereka yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM naik menjadi penguasa negeri. "Yang pasti sejak awal kami menolak pelaku kejahatan HAM. Ketika kita melihat Wiranto masuk dalam ruang korban, pastinya kita tak mau itu dikotori. Kita berkomitmen pelaku yang terlibat pasti ditolak," tutur Suci di depan kantor YLBHI, Rabu (10/6).

Aksi yang dilakukan Suciwati dan kawan-kawan ini ditujukan kepada Wiranto yang namanya kerap dikaitkan dengan peristiwa kerusuhan pascajajak pendapat di Timor-timur dan kerusuhan Mei pada tahun 1998.

Menanggapi pernyataan kubu Wiranto bahwa Wiranto menaati pengadilan militer dan juga telah menjelaskan kepada publik mengenai perannya dalam dua peristiwa itu, Suci mengatakan, justru Wiranto sendiri yang meniadakan penegakan hukum. "Pengadilan (HAM)-nya tidak pernah ada. Dia membuat pengadilan itu tidak ada," tutur Suci.

Bersama-sama dengan para keluarga korban, Suci menilai bukan tidak mungkin pelanggaran-pelanggaran berikutnya akan terjadi jika proses pengadilan untuk kasus-kasus lalu tidak pernah ada.

Disalin dari: http://nasional.kompas.com/read/xml/...ban.unjuk.rasa


Para ELIT POLITIK, seperti: MEGA, SBY, AMIEN RAIS, JK dsbnya pada LUPA TRAGEDI '98 dimana bangsa INDONESIA DIADU DOMBA oleh seorang yg bernama WIRANTO dengan dibentuknya PAMSWAKARSA ....

Sy dan beberapa kawan aktivist 98 merasakan betul harus "berhadapan" dengan bangsa sy sendiri saat itu, BIADAB!!!!

BANYAK KORBAN akibat KEGANASAN PAM SWAKARSA ini pada tragedi '98, krn mereka mempersenjantai / dipersenjantai dengan BAMBU RUNCING!!!!

USUT TUNTAS PELANGGARAN HAM oleh WIRANTO!!!!
DARAH dibayar DARAH!!!
MATIpun harus DIBAYAR MATI pula!!!!!

SERET WIRANTO
dan
sapapun yg MENYEPELEKAN
KORBAN2 PELANGGARAN HAM di NEGERI ini
ke
PENGADILAN,
JIKA PEMERINTAH
tidak SANGGUP
maka masih
ada
PENGADILAN INTERNASIONAL
dan ato
PENGADILAN RAKYAT!!!!!
Reply With Quote
Balas

Perangkat Diskusi
Display Modes

Aturan-aturan Posting
Anda tak dapat membuat diskusi baru
Anda tak dapat mengirim balasan
Anda tak dapat mencantumkan lampiran
Anda tak dapat mengubah posting Anda

kode [IMG] On
Kode HTML Off

Pindah ke


Waktu dalam GMT +7. Saat ini pukul 01:10 .


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2018, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright © ANTARA

design by: Themes by Design