Registrasi FAQ Daftar Anggota Telusuri Posting Hari Ini Tandai Forum yang Pernah Dikunjungi


ANTARAForum

Kembali   ANTARAForum > Hobi & Komunitas > Sinemania

Balas
 
Perangkat Diskusi Display Modes
  #1  
Lama 12-05-09, 11:32
scouser's Avatar
scouser scouser sedang offline
Member
 
Bergabung: 20-04-09
Lokasi: Anfield Kulon
Posting: 52
scouser is on a distinguished road
Default Ketika Cinta Bertasbih

Frens, ada yang tahu nggak sampai dimana proses pembuatan film KCB? Kayaknya bagus nih film.....
__________________
At Liverpool we never accept second best. --Kenny Dalglish--
Reply With Quote
  #2  
Lama 12-05-09, 19:29
Biosonic's Avatar
Biosonic Biosonic sedang offline
Member
 
Bergabung: 20-04-09
Posting: 51
Biosonic is on a distinguished road
Exclamation

Kutipan:
Diposting oleh scouser Lihat Posting
Frens, ada yang tahu nggak sampai dimana proses pembuatan film KCB? Kayaknya bagus nih film.....
jg penasaran..... bung tunggu aja hasilnya gimana.... Siapapun pemerannya ttp dukung film2 indonesia yg berkualitas!!!..
__________________
Dimanapun posisi kita baik dibawah maupun diatas harus disikapi secara "Positif".
Reply With Quote
  #3  
Lama 17-06-09, 12:35
Edot Babonjel's Avatar
Edot Babonjel Edot Babonjel sedang offline
Junior Member
 
Bergabung: 17-04-09
Posting: 21
Edot Babonjel is on a distinguished road
Default film Ketika Cinta Bertasbih

Kutipan:
Diposting oleh Biosonic Lihat Posting
jg penasaran..... bung tunggu aja hasilnya gimana.... Siapapun pemerannya ttp dukung film2 indonesia yg berkualitas!!!..
Mega film Ketika Cinta Bertasbih produksi Sinemart Pictures memotivasi pemuda agar hidup mandiri, sekali pun menekuni kuliah di Mesir.

Penulis novel Ketika Cinta Bertasbih yang difilmkan Habiburrahman El Shirazy kepada pers di Jakarta, Selasa, mengatakan, film dibuat agar pemuda siap menjalani masa depan dengan motivasi tinggi.

"Jangan hanya mau jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jualan tempe dan bakso sebagaimana ditampilkan dalam film ini bila ditangani profesional pasti menjamin masa depan," kata penulis novel Ayat- Ayat Cinta yang difilmkan tahun 2004.

Film yang disutradai Chaerul Umam dan penulis skenario Imam Tantowi itu, kata Habiburrahman, diinspirasi ketika menjadi dosen di Solo yang menemukan sejumlah mahasiswanya tidak menyelesaikan skripsi.

Mereka beralasan belum siap jadi sarjana karena khawatir "jatah" dari orang tua terputus.

"Sejumlah mahasiswa itu khawatir `jatah` terputus dan dikejar orang tua agar bekerja atau menikah," ujar Habiburrahman yang akrab disapa Kang Abik.

Dia mengharapkan film Ketika Cinta Bertasbih mampu menarik perhatian penonton di atas 5 juta orang. "Film Ayat - Ayat Cinta ditonton sebanyak 3,6 juta penonton. Jadi film Ketika Cinta Bersemi yang dalam bentuk novel saja dibaca sejuta lebih orang dipastikan melonjak peminatnya," kata Kang Abik.

Direktur Sinemart Pictures Heru Hendrianto mengatakan film ini akan ditayangkan juga di Mesir, Brunei, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan dan Australia.

"Negara tetangga ini menjadi pasar penjualan film yang diproduksi Sinemart Pictures. Sedangkan di Mesir karena diminta warga Indonesia di sana dan para kru yang membantu syuting sejak 31 Oktober - 26 Nopember 2008,"katanya.

Film ini turut diperan penulis novel Ketika Cinta Bertasbih dengan dukungan bintang senior seperti Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Didi Petet, El Manik, Ninik L. Karim, Meidiana Hutomo, Chaerul Yanthi dan Aspar Paturusi.

Pemeran utama Azzam ( Kholidi Asadu Alam) merupakan mahasiswa di Universitas Al Azhar Kairo yang kuliah sambil berjualan tempe dan bakso guna membiayai ibu dan tiga adik di Indonesia karena ayah mereka telah meninggal.

Penampilan Azzam yang sederhana, gigih dan religius ternyata menarik simpati dari Eliana ( Alice Sofie Norin) anak Dubes Mesir.

Sayangnya, Azzam lebih tertarik pada Anna ( Oki Setiana Dewi) yang ternyata telah dipinang rekannya Furqon ( Andi Arsyil Rahman).

Film berdurasi 124 menit yang dijadwalkan ditayangkan pada bioskop - bioskop di Indonesia 11 Juni 2009 nanti disayangkan bila tidak ditonton karena menayangkan cinta segi empat dibalut romantisme Mesir.

Film yang disyuting juga di Jakarta, Solo, Yokyakarta dan Magelang selama 13 hari itu menjadi benang merah menyatukan makna cinta dan kehidupan dalam satu titik keimanan.
Reply With Quote
Balas

Perangkat Diskusi
Display Modes

Aturan-aturan Posting
Anda tak dapat membuat diskusi baru
Anda tak dapat mengirim balasan
Anda tak dapat mencantumkan lampiran
Anda tak dapat mengubah posting Anda

kode [IMG] On
Kode HTML Off

Pindah ke


Waktu dalam GMT +7. Saat ini pukul 11:39 .


Powered by vBulletin® Version 3.8.1
Copyright ©2000 - 2017, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright © ANTARA

design by: Themes by Design